Total Pageviews

Thursday, 23 May 2013

MACAM - MACAM SISTEM HIDROPONIK

Macam system hidroponik

a. Sistem Hidroponik Substrat
  • Karakteristik:
Sistem hidroponik substrat merupakan metode budidaya tanaman dimana akar tanaman tumbuh pada media porus selain tanah yang dialiri larutan nutrisi sehingga memungkinkan tanaman memperoleh air, nutrisi, dan oksigen secara cukup.
- dapat menyerap dan menghantarkan air
- tidak mempengaruhi pH air
- tidak berubah warna
- tidak mudah lapuk
  • Teknik:
- Memilih substrat yang sesuai dengan tanaman yang akan dibudidayakan. Misalnya: arang sekam, pasir, pecahan batu bata
- Bila menggunakan lebih dari satu macam substrat, maka harus dilakukan perbandingan yang sesuai. Misalnya sustrat pasir dan arang sekam dengan perbandingan 1:1
- Memasukkan substrat pada pot/polybag
- Menanam bibit tanaman yang disediakan pada pot/polybag
- Merendam pot/polybag tersebut dalam wadah yang berisi nutrisi sedalam ± 5 cm
  • Kelebihan:
- Tanaman dapat berdiri lebih tegak
- Kebutuhan nutrisi mudah untuk dipantau
- Biaya operasional tidak terlalu besar
  • Kekurangan:
- Populasi tanaman tidak terlalu banyak
- Terlalu banyak menggunakan wadah
- Mudah ditumbuhi lumut

b. Rakit Apung (FHS)
  • Karakteristik :
Rakit apung atau Floating hidroponik sistem (FHS) adalah salah satu sistem budidaya secara hidroponik tanaman (sayuran, terutama) dengan cara menanam tanaman pada lubang styrofoam yang mengapung di atas permukaan larutan nutrisi dalam bak penampung atau kolam sehingga akar tanaman terendam dalam larutan nutrisi. Pada sistem ini larutan tidak disirkulasikan, namun dibiarkan tergenang dan ditempatkan dalam suatu wadah tertentu untuk menampung larutan tersebut, sehingga sangat cocok digunakan di daerah yang belum dialiri listrik.
  • Teknik:
- Menyiapkan bibit tanaman berumur sekitar 2 minggu
- Melubangi sterofoam sesuai jarak tanam
- Menempatkan tanaman pada lubang sterofoam dengan dibalut spon terlebih dahulu agar tidak lepas dari lubang
- Meletakkan sterofoam pada bak apung yang telah diberi larutan nutrisi
  • Skema:
Bak apung dapat berbentuk permanen atau plastik. Lebar dan panjang sterofoam disesuaikan dengan bak sampai seluruh permukaan nutrisi sebisa mungkin tertutup oleh sterofoam. Hal ini untuk menanggulangi tumbuhnya lumut di dalam nutrisi tersebut. Jarak tanam juga disesuaikan dengan lebar dan panjang sterofoam dan populasi tanaman yang diinginkan.
  • Kelebihan :
- Dapat memanfaatkan lahan sempit
- Merupakan sistem hidroponik yang paling mudah dan sederhana
- Tidak memerlukan keahlian mendalam
- Hemat listrik
  • Kekurangan :
- Kemungkinkan tanaman akan kekurangan oksigen
- Cepat terjadi peningkatan suhu
- Memerlukan pemantauan pH dan kepekatan lebih rutin
- Pertumbuhan akar sering terganggu.

c. NFT (Nutrient Film Technique)
  • Karakteristik:
Hidroponik sistem NFT merupakan salah satu sistem hidroponik dengan mempergunakan air sebagai medianya, yaitu air yang sudah mengandung larutan nutrien atau pupuk dialirkan selama 24 jam atau dengan menentukan jangka waktu tertentu. Akar tanaman terendam sebagian dalam air tersebut sedalam lebih kurang 3 mm (mirip film). Dengan teknik ini reaksi tanaman terhadap perubahan formula pupuk dapat segera terlihat. Air yang mengandung pupuk dialirkan dengan bantuan pompa listrik, jadi listrik harus tersuplai selama 24 jam.
  • Teknik:
- Menyiapkan bibit tanaman berumur sekitar 2 minggu
- Menyiapkan rangkaian alat NFT
- Memberi substrat (kerikil, pecahan batu bata, kertas) di dalam talang
- Menyalakan pompa air pemompa larutan nutrisi
- Melubangi sterofoam sesuai jarak tanam
- Menempatkan tanaman pada lubang sterofoam dengan dibalut spon terlebih dahulu agar tidak lepas dari lubang
- Meletakkan sterofoam pada talang rangakaian NFT tersebut
  • Skema:
Rangkaian peralatan NFT terdiri dari:
- Pipa pralon
- Besi penyangga
- Pompa air
- Talang
Besi penyangga dibentuk seperti rak dengan kemiringan 5%. Kemudian talang ditempatkan pada besi penyangga tersebut. Pada ujung talang yang berada di bawah diberi lubang keluarnya nutrisi. Pralon disambungakan dengan pompa hingga ujung talang yang berada di atas. Pipa pralon yang di atas berfungsi sebagai pemasok nutrisi sehingga dibuat horisontal yang berlubang-lubang seperti air mancur, satu talang terdapat satu pancuran nutrisi. Pompa berada pada bak penampung keluarnya nutrisi dari talang.
  • Kelebihan:
- Pertumbuhan tanaman lebih baik, karena terdapat sirkulasi yang baik pada bagian akar
- Penggunaan nutrisi lebih efisien
  • Kekurangan:
- Tidak cocok digunakan pada daerah yang belum dialiri listrik
- Memerlukan tenaga ahli
- Memerlukan kecermatan dan pemantauan aliran nutrisi
- Butuh supplai listrik terus menerus
- Bila terjadi infeksi penyakit terhadap satu tanaman, maka seluruh tanaman akan tertular dalam waktu singkat.
- Butuh investasi awal besar
d. Ebb and flow (sistem pasang surut)
  • Karakteristik:
Edd and flow atau sistem hidroponik pasang surut merupakan salah satu sistem budidaya tanaman secara hidroponik yang dalam pemberian nutrisinya secara pasang surut. Dalam rangkaian sistem ini dilengkapi denga timer (penghitung waktu) pemberian nutrisi. Sehingga adakalanya tanaman terendam nutrisi dan adakalanya nutrisi tersebut surut kembali.
  • Teknik:
- Tanaman ditanam di dalam pot dan diletakkan dalam suatu bak.
- Bak digenangi dan dikeringkan dengan larutan nutrisi secara bergantiansehingga komposisi larutan nutrisi dan oksigen seimbang
- Cara penggenangan dan pengeringan:
o Manual
o Otomatis dengan pengatur waktu (timer)
o Otomatis maupun sensor kadar lengas
  • Kelebihan:
- Lebih hemat nutrisi
- Dapat digunakan sebagai penghias ruangan
  • Kekurangan:
- Rangkaiannya rumit
- Membutuhkan tenaga ahli untuk menanganinya
- Membutuhkan kecermatan lebih tinggi dalam pemeliharaan

e. Aeroponik
  •  Karakteristik:
Aeroponik merupakan cara bercocok tanam dimana akar tanaman tergantung di udara dan disemprot dengan larutan nutrisi secara terus menerus.

2. Keuntungan menggunakan sistem hidroponik dibanding cara konvensional
a. Tidak memerlukan lahan yang luas, dapat diusahakan di lahan sempit
b. Populasi tanaman lebih banyak, sehingga hasil yang didapat juga lebih banyak
c. Kebersihan produk yang dihasilkan lebih terjamin
d. Tidak ada masalah berat (pengolahan tanah dan gulma)
e. Air dan pupuk sangat efisien,
f. Tidak tergantung musim
g. Kualitas produksi tinggi
h. Produktivitas tanaman lebih tinggi
i. Mudah diseleksi dan dikontrol
3. Kerugian menggunakan sistem hidroponik dibanding cara konvensional
a. Membutuhkan biaya operasional yang besar
b. Resiko ketidakberhasilan lebih tinggi
c. Harus menggunakan tenaga kerja yang ahli di bidang hidroponik
4. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pembuatan larutan
a. Unsur yang dibutuhkan tanaman
b. Konsentrasi larutan
c. Kepekatan larutan
d. Dosis
e. Suhu larutan
f. pH larutan
5. Prinsip pembuatan rumah kaca pada daerah tropis
a. Suhu
Kondisi suhu di dalam rumah kaca sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan di dalamnya. Untuk itu bentuk rumah kaca harus sesuai sehingga tidak menimbulkan peningkatan suhu yang menjadikan penghambat pertumbuhan tanaman.
b. Kelembaban
Kelembaban sangat dipengaruhi oleh suhu. Kelembaban di sini akan berpengaruh terhadap proses-proses yang berlangsung di dalam pertumbuhan tanaman. Untuk itu, dalam pembuatan rumah kaca harus diketahui apakah kelembaban yang terbentuk telah sesuai dengan syarat tumbuh tanaman, bila belum hendaknya perlu ditambahkan peralatan-peralatan yang mendukung kestabilan kelembaban.
c. Arah mata angin
Arah mata angin sangat berarti dalam pembuatan rumah kaca. Penentuan bagaimana bentuk rumah kaca hendaknya diperhatikan juga dari mana cahaya matahari dapat masuk dengan sempurna dan masuknya angin
d. Sirkulasi udara
Yang sangat perlu diperhatikan dalam pembuatan rumah kaca adalah sistem sirkulasi udara. Hal ini diperlukan perhatian khusus karena pada saat budidaya tanaman berlangsung, akan terjadi peningkatan suhu, sehingga diperlukan pula sistem sirkulasi udara yang sesuai.
e. Bentang alam
Dalam pembuatan rumah kaca, tentunya hal pertama yang harus dilihat adalah kondisi betang alam apakah kondisinya datar, miring, atau berundak-undak. Hal ini akan menjadi poin penentuan bagaimana bentuk rumah kaca yang sesuai
6. Prinsip pengemasan produk hidroponik
a. Jenis produk
Masing-masing produk mempunyai sifat dan kerakteristik sendiri menurut jenisnya, apakah jenis sayuran daun, buah, bunga, atau umbi. Teknik pengemasan yang tepat akan mendukung kualitas produk saat penyimpanan maupun pemasaran.
b. Kondisi pasar
Kemasan harus disesuaikan dengan jenis pasar yakni pasar tradisional, pasar modern (swalayan dan supermarket), atau pasar eksport. Banyak sekali jenis kemasan begitu pula harganya, untuk itu harus disesuaikan dengan kondisi pasar.
c. Sasaran pasar
Sasaran pasar adalah kalangan konsumen pembeli produk hidroponik, apakah kalangan menengah ke bawah atau kalangan menengah ke atas. Bila kemasan terlalu mahal tentu tidak cocok untuk kalangan menengah ke bawah karena harga produk akan relatif lebih mahal juga.
d. Jarak
Jenis dan teknik pengemasan harus disesuaikan dengan jarak gudang penyimpanan produk dengan pasar, bila jarak sangat jauh pengemasan dilakukan lebih ekstra. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas produk hidroponik tetap baik untuk sampai ke pasaran.
Diposkan oleh POIOP's di 03:11 Tidak ada komentar:
Label: tugas KP


Hidroponik
Hidroponik atau istilah asingnya hydroponics, berasal dari bahasa Yunani. Kata tersebut berasal dari gabungan dua kata yaitu hydro yang artinya air dan ponos yang artinya bekerja, budidaya hidroponik artinya bekerja dengan air yang lebih dikenal dengan sistem bercocok tanam tanpa tanah. Dalam hidroponik hanya dibutuhkan air yang ditambahkan nutrien sebagai sumber makanan bagi tanaman (Irawan, 2003).
Berdasarkan media tanam yang digunakan, maka hidroponik dapat dilakukan dengan tiga metode, yakni :
1.    Metode kultur air Dilakukan dengan menumbuhkan tanaman dengan air, namun cara ini masih tergolong mahal dalam budidaya hidroponik.
2.    Metode kultur pasir Merupakan metode yang paling praktis dan lebih mudah dilakukan terutama untuk lahan yang luas. Dalam metode ini pasir bertindak sebagai media tumbuh tanaman, suplai makanan berasal dari pupuk yang dilarutkan dalam air.
3.    Metode kultur bahan porrus Metode ini media yang digunakan seperti arang sekam, sekam padi, dan media lainnya.
Sistem pemberian larutan nutrisi pada budidaya hidroponik ada berbagai macam, beberapa sistem pemberian larutan nutrisi yang sering digunakan dalam sistem hidroponik antara lain :
1. Sistem rendam Pemberian larutan nutrien ditempatkan di dasar pot yang kedap air, sehingga larutan merendam akar tanaman.
2. Sistem tetes Pemberian larutan dilakukan dengan mengalirkan larutan ke dalam selang irigasi dengan bantuan pompa. Pada selang dipasang alat tetes yang dapat menyalurkan nutrisi pada setiap tanaman. Keunggulan sistem tetes yaitu volume larutan yang akan diberikan dapat diatur.
3. Sistem siram Tanaman disiram seperti pada budidaya konvensional. Untuk mengurangi penguapan berlebih tanaman dilakukan pengkerudungan dengan plastik. 4. Sistem semprot Sistem semprot baik dilakukan di tempat luas dalam suatu rumah kaca yang dilengkapi dengan pengaturan suhu dan kelembaban.
5. Sistem air mengalir Sistem air mengalir disebut juga NFT (Nutrient Film Technique) yaitu dengan cara mengaliri larutan dengan pipa-pipa dengan bantuan pompa, pipa-pipa tersebut langsung dijadikan sebagai media tumbuh tanaman.
Banyak alasan untuk melakukan budidaya tanaman secara hidroponik, diantaranya adalah keberhasilan tanaman begitu terjamin, dan dapat memelihara tanaman lebih banyak dalam ruang yang sempit daripada bercocok tanam tradisional, selain itu hampir semua tanaman dapat dihidroponikkan (Prihmantoro dan Yovita, 2005).
 
Menurut Lingga (2005) budidaya tanaman secara hidroponik memiliki keuntungan yaitu :
1.    dapat dilakukan pada ruang atau tempat yang terbatas dan higienis,
2.    apabila dilakukan di rumah kaca dapat diatur suhu dan kelembabannya,
3.    nutrien yang diberikan digunakan secara efisien oleh tanaman,
4.    produksi tanaman lebih tinggi dibandingkan menggunakan media tanam tanah biasa,
5.    kualitas tanaman yang dihasilkan lebih bagus dan tidak kotor,
6.    tanaman memberikan hasil yang kontinu.
Media tanaman adalah media tumbuh bagi tanaman yang dapat memasok sebagian unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Media tanaman (media tumbuh) merupakan salah satu unsur penting dalam menunjang pertumbuhan tanaman secara baik.  Sebagian besar unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman dipasok melalui media tanaman.  Selanjutnya diserap oleh perakaran dan digunakan untuk proses fisiologis tanaman.
Media tanam yang ideal harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1.    Bersifat poros atau mudah membuang air yang berlebihan;
2.    Berstruktur gembur, subur dan dapat menyimpan air yang cukup untuk pertumbuhan tanaman;
3.    Tidak mengandung garam laut atau kadar salinitas rendah;
4.    Keasaman tanah netral hingga alkalis, yakni pada pH 6 – 7;
5.    Tidak mengandung organisme penyebab hama dan penyakit;
6.    Mengandung bahan kapur atau kaya unsur kalcium.
Media  untuk tanaman hidroponik bermacam-macam. yang dapat digunakan,  dapat dari arang sekam, pasir, zeolit, rockwoll, gambut (peat moss), dan serbuk sabut kelapa. Persyaratan terpenting untuk media hidroponik harus ringan dan porus.  Tiap media mempunyai bobot dan porositas yang berbeda.  Oleh karena itu, dalam memilih media sebaiknya dicari yang paling ringan dan yang mempunyai porositas baik.
Media tanam pada hidroponik tidak menyediakan unsur hara melainkan hanya berfungsi sebagai tempat tumbuh atau penopang tempat berdirinya tanaman yaitu tempat melekatnya akar, tetapi selain itu juga mampu menyerap, menyimpan
dan meneruskan larutan nutrisi tanaman. Media yang dapat digunakan dalam hidroponik banyak jenisnya antara lain :
1. Pasir
Pasir digunakan sebagai media tanam karena pasir mempunyai bobot yang cukup berat sehingga dapat menopang tegaknya tanaman dan mempunyai poripori makro yang banyak sehingga mudah menjadi basah tetapi juga cepat menjadi kering, namun mampu menciptakan sirkulasi udara yang baik bagi perakaran tanaman (Agoes, 1994).
2. Arang sekam
Media arang sekam mempunyai porositas yang baik, mudah mengikat air, tidak mudah lapuk, ringan, dan merupakan sumber kalium. Arang sekam baik untuk media tumbuh tanaman sayuran maupun buah-buahan secara hidroponik. Arang
sekam dapat menahan air lebih lama dan membawa zat-zat organik yang dibutuhkan oleh tanaman (Anonim, 1993).
Media arang sekam mempunyai kelebihan dan kekurangan.  Kelebihannya antara lain harganya relatif murah, bahannya mudah didapat, ringan, sudah steril, dan mempunyai porositas yang baik.  Kekurangannya yaitu jarang tersedia di pasaran, yang umum tersedia  hanya bahannya (sekam/kulit gabah) saja, dan hanya dapat digunakan dua kali.
3. Sekam padi
Sekam padi digunakan sebagai media tanam karena sekam padi ringan mudah dipindah-pindahkan, daya simpan airnya cukup baik, tidak mampat, sehingga sirkulasi air dan udara berjalan baik (Lingga, 1999).
4. Pakis
Bahan media ini mampu menyediakan unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman. Potongan pakis mengandung sellulosa, hemisellulosa, lignin, fraksi air yang larut (gula, asam amino, asam alifatik) Bahan media tanam tersebut melapuk secara
perlahan-lahan sehingga unsur hara dapat sedikit demi sedikit diserap dengan baik oleh tanaman (Lingga,1999).

No comments:

Post a Comment