Total Pageviews

Thursday, 18 July 2013

PEMBUATAN DAN PEMBERIAN LARUTAN HARA PADA BUDIDAYA BAYAM SECARA HIDROPONIK DENGAN TIGA CARA FERTIGASI

PEMBUATAN DAN PEMBERIAN LARUTAN HARA PADA BUDIDAYA BAYAM SECARA HIDROPONIK DENGAN TIGA CARA FERTIGASI

Fertigasi adalah teknik aplikasi unsur hara melalui sistem irigasi. Fertigasi sendiri merupakan singkatan dari fertilisasi (pemupukan) dan irigasi. Dengan teknik fertigasi biaya tenaga kerja untuk pemupukan dapat dikurangi, karena pupuk diberikan bersamaan dengan penyiraman. Keuntungan lain adalah peningkatan efisiensi penggunaan unsur hara karena pupuk diberikan dalam jumlah sedikit tetapi kontinyu; serta mengurangi kehilangan unsur hara (khususnya nitrogen) akibat ‘leaching’ atau pencucian dan denitrifikasi (kehilangan nitrogen akibat perubahan menjadi gas).

Pada sistem ini media yang digunakan adalah sekam atau serbuk sabut kelapa (cocopeat) ditambah kerikil pasir dengan perbandingan 1:1, untuk daerah panas atau musim kemarau dianjurkan 2:1 (2 cocopeat/sekam; 1 kerikil pasir). Sekam atau cocopeat dapat menyimpan nutrisi / pupuk dan air, sedangkan kerikil pasir kurang begitu bisa menyimpan air tapi dibutuhkan untuk perakaran agar lebih kokoh menopang pertumbuhan kalau sudah berbuah. Disamping itu penambahan kerikil pasir agar media tanam tidak terlalu lembab atau basah jika musim penghujan.

Pembuatan larutan hara dilakukan sebelum fertigasi dioperasikan. Pada larutan pupuk majemuk, yaitu kombinasi pupuk Hyponex (20-20-20) dengan Saprodap (16-20-0) yang kandungan N-nya disetarakan dengan kandungan pada larutan hara AB Mix (180 mg/l N). Setelah disetarakan akan didapatkan pupuk
Hyponex (20-20-20) sebanyak 0.5 g/l dan Saprodap (16-20-0) sebanyak 0.5 g/l. Larutan hara AB Mix tiap 1000 l dibuat dengan melarutkan secara terpisah 1.25 kg stok A dalam 2.5 l air dan 1.25 kg stok B dalam 2.5 l air.
Pembuatan larutan siap pakai dilakukan dengan mengambil 1 l stok A dan stok B yang diencerkan dalam 200 l air. Volume larutan hara untuk fertigasi diseragamkan pada bak penampung sebanyak 80 liter. Air limpasan ditampung dalam pipa PVC
kemudian dialirkan kembali ke dalam bak penampung. Larutan hara diberikan setiap hari dengan masing-masing perlakuanfertigasi.
Fertigasi manual dilakukan dengan penyiraman (F1) setiap pagi dan sore
hari, masing-masing sebanyak ± 4000 ml.
Fertigasi terputus-putus (F2) larutan 11 hara dialirkan dengan menggunakan pompa aquarium yang telah dilengkapi timer selama 5 menit dialiri dengan selang waktu 1 jam.
Fertigasi terus menerus (F3) dilakukan dengan menggunakan pompa aquarium yang dialirkan selama 24 jam.Debit air yang keluar dari outlet ± 1000 ml/menit sedangkan air limpasan yang
keluar dari talang ± 1000 ml/menit.

1 comment:

  1. Sangat bermanfaat.. ^_^ Kunjungi pula ---> http://tulipungu.blogspot.com/

    ReplyDelete