BUDIDAYA
SAYURAN RAMAH LINGKUNGAN
|
Usaha budidaya sayuran ramah lingkungan adalah usaha budidaya yang
dilakukan dengan prinsip tidak merusak lingkungan dan mencemari lingkungan
terkait dengan aspek pemanfaatan sumber daya alam, pembuangan limbah dan
keamanan lingkungan sekitarnya.Pengelolaan budidaya sayuran yang ramah
lingkungan yang diwujudkan dalam penerapan konsep pengeloaan yang tepat
adalah jalan keluar dalam untuk mewujudkan usaha tani sayuran yang ramah
lingkungan (Direktorat Budidaya Sayuran dan Biofarmaka, 2006 ).
Perkembangan ekonomi global dan regional menuntut petani khususnya petani
sayuran untuk melakukan usaha tani tidak hanya mendapatkan produksi tinggi
tetapi juga harus mempertimbangkan kualitas produksi dan dukungan usaha
taninya. Hal ini karena semakin besarnya keinginan konsumen akan produk
sayuran yang bermutu dengan tingkat keamanan pangan yang tinggi serta
meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pelestarian
lingkungan. Pengelolaan tanaman terpadu adalah sebuah upaya untuk membuat
tanaman tumbuh sehat sehingga dapat meningkatkan ketahananya terhadap
serangan OPT mulai tanam sampai dengan kegiatan pasca panen.
Beberapa komponen yang dilakukan dalam rangka mengelola pertanaman
sayuran yang ramah lingkungan adalah :
A.
Pengolahan Tanah
Langkah awal yang dapat diambil sebelum berusaha tani sayuran adalah
pemilihan lahan yang sesuai untuk bercocok tanam sayuran. Pengolahan tanah
dilakukan dengan jalan membalikan tanah agar dapat terpapar sinar matahari
sehingga dapat mematikan beberapa OPT yang tersisa dari pertanaman
sebelumnya.Sistem Drainase lahan harus diatur dengan baik, pembuatan guludan
dengan tinggi tertentu dapat mengurangi serangan OPT , pemberiaan mulsa dapat
meminilkan OPT dan dapat menjaga kesuburan tanah.Pengapuran pada tanah sangat
diperlukan untuk memperbaiki pH tanah sehingga tanaman dapat tumbuh dengan
sehat.
B.
Sanitasi
Membersihkan sisa-sisa pertanaman sebelumnya dari tumbuhan pengganggu .
C.
Pemilihan Varietas yang Tepat
Hal ini dilakukan diantaranya dengan pemilihan varietas tanaman yang
cocok di tanam pada untuk musim tanam tertentu,lokasi tertentu,serta toleran
terhadap serangan OPT. Penggunaan benih bersertifikat dan bebas OPT juga
harus di perhatikan.
D.
Persemaian yang tepat
Persemaian harus dilakukan dengan tepat, media persemian harus di
sterilkan, sehingga tanaman tidak terserang HPT an hal ini dapat mengurangi
penggunaan Pestisida untuk pengendalian HPT tersebut.
E.
Pemilihan Musim Tanam Yang Tepat
Pemilihan musim tanam yang tepat sangat membantu dalam melakukan
pertanaman sayuran, apabila dilakukan pada musim tanam yang tidak tepat dapat
meningkatkan populasi OPT tinggi dan petani harus mengeluarkan biaya untuk
membeli pestisida serta akan mengacu pada penggunaan Pestisida dalam dosis
banyak.
F.
Pola Tanam Yang Tepat
Pertanaman monokultur dapat mengurangi keanekaragaman organisme
diekosistem pertanian, sehingga mengganggu kestabilan ekosistem pertanian.
Pengembangan pertanaman polikultur (Tumpangsari) dapat dilakukan untuk
meningkatkan keanekaragaman organisme diekosistem pertanian. Sistem
pertanaman tumpangsari diharapkan dapat menjadi sarana untuk konservasi
sehingga dapat membantu petani melakukan pengendalian OPT secara alami.
G.
Rotasi Tanaman
Rotasi tanaman merupakan salah satu cara untuk memutus siklus hidup OPT
dan dapat dilakukan pada hamparan seluas mungkin. Dalam Hal ini berarti kita
telah mengurangi penggunaan pestisida untuk pengendalian OPT.
H.
Pemupukan yang Tepat
Semakin intensifnya usaha tani disuatu lahan pertanian juga dapat merusak
kesuburan tanah itu sendiri. Apalagi bila penggunaan pupuk tidak dalam dosis
yang tepat (berlebihan).
I.
Jarak Tanam yang Tepat
Pemilihan jarak tanam yang tepat akan membantu mengurangi kompetisi antar
tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan sehat dan lebih tahan terhadap
serangan OPT. Penetapan Jarak tanam juga dapat digunakan sebagai cara untuk
menciptakan kondisi iklim mikro yang sesuai untuk perkembangan OPT.
J.
Penanaman Tanaman Perangkap
Tanaman perangkap merupakan tanaman yang ditanam di sekitar tanaman utama
dengan tujuan untuk mencegah masuknya OPT kedalam pertanaman.
K.
Penanganan Pasca Panen
Penanganan pasca panen juga harus dilakukan secara tepat karena dapat
mempengaruhi perkembangan OPT pasca panen, guna dapat misahkan produk yang
sehat dan yang tidak sehat.
Sumber :
Departemen Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.Pusat
Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
|
|
|
No comments:
Post a Comment